Batubara

5 01 2010

coal outcrop

PEMBENTUKAN BATUBARA

Batubara merupakan endapan sedimen yang berasal dari tumbuhan (endapan gambut/peat) dan mudah terbakar, berwarna coklat sampai hitam yang sejak pengendapannya terkena proses fisika danĀ  kimia yang menyebabkan terjadinya pengkayaan unsur karbon.

Untuk dapat menjadi batubara, bahan dasar berupa material organik harus mengalami beberapa proses yang terkait dengan pelapukan oleh bakteri, waktu, tekanan, dan suhu (lihat ilustrasi di bawah ini).

Peat/gambut yang merupakan material pembentuk batubara terbentuk pada suatu lingkungan yang tergenang air seperti rawa. Pada lingkungan ini terjadi pelapukan oleh bakteri aerob pada daerah permukaan. Namun semakin dalam semakin dalam genangan air yang ada, pelapukan oleh bakteri aerob semakain berkurang dan digantikan oleh bakteri anaerob dengan tingkat pelapukan yang lebih rendah sehingga terdapat material yang tidak lapuk. Material organik yang tidak terlapukkan oleh bakteri anaerob inilah yang akan menjadi gambut.

Untuk menjadi batubara, gambut harus tertimbun oleh sedimen lain. Timbunan sedimen ini menghasilkan tekanan yang mengakibatkan air yang ada dalam gambut keluar. Ditambah dengan adanya unsur suhu yang tinggi dan waktu yang cukup lama (jutaan tahun) gambut terkompaksi menjadi batubara. Sebagai ilustrasi, untuk mendapatkan 1 meter batubara dibutuhkan endapan gambut setebal 10 meter.

TIPE BATUBARA

Pada umumnya tipe batubara dikenal dengan nama ‘coal rank’ yang di dasarkan pada tingkat transformasi material tumbuhan asal ke karbon, yang dibagi menjadi :

Low rank coal :

- Lignit

- Sub Bituminus

Hard Coal :

- Bitumunus

- Antrasit

KETERDAPATAN BATUBARA DI INDONESIA

Batubara di Indonesia terutama terdapat di pulau Sumatera dan Kalimantan pada Cekungan pengendapan sedimen seperti yang tampak pada peta di bawah ini:

Penjelasan lain mengenai kualitas, struktur, metode penambangan batubara akan dijelaskan dilain waktu.





Jalur Sepeda Jogja

23 12 2009

Sungguh senang bagi anda pengguna sepeda yang berdomisili di jogja, setelah beberapa bulan yang lalu telah disediakan jalur sepeda di beberapa jalan utama di kota jogja kini sekitar dua minggu yang lalu pemkot Jogja menyediakan tempat khusus bagi para pengguna sepeda untuk menunggu “bangjo”. Tempat tersebut berada persis di belakang zebra cross berupa kotak berwarna hijau bertuliskan “Ruang Tunggu Sepeda” dan diberi gambar sepeda.

Berdasarkan pengamatan saya selama dua minggu terakhir, ruang tunggu sepeda yang baru ada di jalan kusuma negara ini ternyata belum dimanfaatkan dengan baik oleh para pengguna sepeda. Ini teramati di bangjo depan kator pos besar ketika lampu merah ada sepeda yang ikut berhenti tetapi tidak ditempat yang telah disediakan malah berhenti dibelakannya, menjadi satu dengan sepeda motor dan kendaraan lainnya. Mungkin si pengendara sepeda masih endak pede untuk menunggu bangjo di tempat yang telah di sediakan.

Semoga apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Jogja ini dapat terus menjalar ketempat-tempat lain dan virus sepeda makian menjangkit di kota gudeng jogja guna menggurangi kemacetan yang makin nyata di Jogja.





Selamat datang semua

22 12 2009

Terimakasih untuk anda yang mengunjungi situs ini. Saya masih dalam tahap belajar membuat dan menulis di blog.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.