PEMBENTUKAN BATUBARA
Batubara merupakan endapan sedimen yang berasal dari tumbuhan (endapan gambut/peat) dan mudah terbakar, berwarna coklat sampai hitam yang sejak pengendapannya terkena proses fisika danĀ kimia yang menyebabkan terjadinya pengkayaan unsur karbon.
Untuk dapat menjadi batubara, bahan dasar berupa material organik harus mengalami beberapa proses yang terkait dengan pelapukan oleh bakteri, waktu, tekanan, dan suhu (lihat ilustrasi di bawah ini).
Peat/gambut yang merupakan material pembentuk batubara terbentuk pada suatu lingkungan yang tergenang air seperti rawa. Pada lingkungan ini terjadi pelapukan oleh bakteri aerob pada daerah permukaan. Namun semakin dalam semakin dalam genangan air yang ada, pelapukan oleh bakteri aerob semakain berkurang dan digantikan oleh bakteri anaerob dengan tingkat pelapukan yang lebih rendah sehingga terdapat material yang tidak lapuk. Material organik yang tidak terlapukkan oleh bakteri anaerob inilah yang akan menjadi gambut.
Untuk menjadi batubara, gambut harus tertimbun oleh sedimen lain. Timbunan sedimen ini menghasilkan tekanan yang mengakibatkan air yang ada dalam gambut keluar. Ditambah dengan adanya unsur suhu yang tinggi dan waktu yang cukup lama (jutaan tahun) gambut terkompaksi menjadi batubara. Sebagai ilustrasi, untuk mendapatkan 1 meter batubara dibutuhkan endapan gambut setebal 10 meter.
TIPE BATUBARA
Pada umumnya tipe batubara dikenal dengan nama ‘coal rank’ yang di dasarkan pada tingkat transformasi material tumbuhan asal ke karbon, yang dibagi menjadi :
Low rank coal :
- Lignit
- Sub Bituminus
Hard Coal :
- Bitumunus
- Antrasit
KETERDAPATAN BATUBARA DI INDONESIA
Batubara di Indonesia terutama terdapat di pulau Sumatera dan Kalimantan pada Cekungan pengendapan sedimen seperti yang tampak pada peta di bawah ini:
Penjelasan lain mengenai kualitas, struktur, metode penambangan batubara akan dijelaskan dilain waktu.




